Pernah Gak Ya: 120+ Pertanyaan Terbaik (Seru & Menantang)
Baik kamu ingin mencairkan suasana dengan rekan kerja baru atau mencoba membongkar rahasia terdalam sahabatmu, “Pernah Gak Ya” (Never Have I Ever) tetap menjadi standar emas dalam permainan sosial. Daftar ini menyajikan 120 pertanyaan yang telah dikurasi dengan cermat untuk memastikan kumpul-kumpul kamu berikutnya jauh dari kata biasa saja.
Cara Bermain Layaknya Pro
Sebelum kita masuk ke daftar pertanyaannya, mari kita bahas teknis permainannya. Kamu bisa menyesuaikan permainan ini dengan suasana grup kamu menggunakan dua metode populer ini:
Metode 10 Jari (Klasik) Semua orang mengangkat sepuluh jari. Seorang pemain membacakan pernyataan “Pernah gak ya kamu…”. Jika kamu pernah melakukan tindakan tersebut, kamu harus menurunkan satu jari. Orang terakhir yang masih memiliki jari yang terangkat adalah pemenangnya. Ini sangat cocok untuk acara keluarga atau kumpul-kumpul santai.
Metode Minum (Gaya Pesta) Sederhana dan efektif: saat sebuah pertanyaan dibacakan, siapa pun yang “bersalah” atau pernah melakukannya harus meminum minuman mereka. Ini adalah versi yang lebih cepat yang membantu mencairkan suasana dan membuat cerita-cerita seru mengalir lebih cepat.
Tips Pro: Jika kamu ingin menjaga energi tetap tinggi, terapkan aturan “Tanpa Ragu”. Jika seseorang terlalu lama memutuskan apakah mereka pernah melakukannya atau tidak, mereka harus menceritakan kisah lengkapnya sebagai hukuman!
Level 1: Pencair Suasana yang Santai
Bagian ini sangat cocok untuk lingkungan profesional, pesta kantor, atau saat baru berkenalan dengan orang baru. Pertanyaan-pertanyaan ini berfokus pada kebiasaan sehari-hari yang universal dan kejadian-kejadian “aman” yang dialami semua orang tanpa risiko dipanggil ke ruang HR.
Kebiasaan Sehari-hari yang Relate
- Belum pernah saya ngomong sendiri pas lagi sendirian.
- Belum pernah saya pura-pura main HP buat menghindari seseorang.
- Belum pernah saya makan satu bungkus keripik ukuran besar sendirian dalam sekali duduk.
- Belum pernah saya nyari nama sendiri di Google cuma buat lihat apa yang muncul.
- Belum pernah saya pakai piyama seharian pas lagi WFH.
- Belum pernah saya nyanyi di kamar mandi sekeras-kerasnya.
- Belum pernah saya nonton ulang satu serial TV lebih dari tiga kali.
- Belum pernah saya ngetawain lelucon sendiri padahal gak ada orang lain yang ketawa.
- Belum pernah saya nyoba dorong pintu yang jelas-jelas tulisannya ‘tarik’.
- Belum pernah saya menghabiskan lebih dari tiga jam cuma buat scrolling media sosial.
- Belum pernah saya makan menu sarapan buat makan malam.
- Belum pernah saya ngajak ngomong hewan peliharaan kayak mereka itu manusia.
- Belum pernah saya lupa kenapa saya masuk ke suatu ruangan.
- Belum pernah saya nyobain “life hack” tapi malah gagal total.
- Belum pernah saya begadang semalaman cuma buat namatin buku atau film.
- Belum pernah saya gak sengaja nge-like postingan orang dari tiga tahun yang lalu.
- Belum pernah saya pura-pura tahu satu lagu padahal sebenarnya gak tahu.
- Belum pernah saya ngalamin momen “brain fog” atau nge-blank di depan umum.
- Belum pernah saya pakai filter biar foto kelihatan jauh lebih bagus.
- Belum pernah saya bohong bilang lagi sibuk padahal cuma pengen rebahan di rumah.
Kegagalan Kecil di Sekolah dan Kantor
- Belum pernah saya ketiduran di kelas atau saat presentasi.
- Belum pernah saya kirim email terus baru sadar ada typo tepat setelah klik kirim.
- Belum pernah saya lupa nama rekan kerja pas lagi rapat.
- Belum pernah saya telat ikut Zoom call gara-gara masalah teknis.
- Belum pernah saya masih nge-mute mic padahal udah ngomong panjang lebar.
- Belum pernah saya cuma rapi dari pinggang ke atas pas lagi meeting online.
- Belum pernah saya gak sengaja kirim chat ke grup yang salah.
- Belum pernah saya curang pas main board game.
- Belum pernah saya ketiduran di perpustakaan.
- Belum pernah saya pakai kalimat “sesuai email saya sebelumnya” buat jadi pasif-agresif.
- Belum pernah saya kesandung di depan umum terus pura-pura lagi joget.
- Belum pernah saya lupa parkir mobil di mana pas lagi di mal.
- Belum pernah saya dadah-dadah ke orang asing yang saya kira teman.
- Belum pernah saya pura-pura udah baca buku yang lagi diomongin semua orang.
- Belum pernah saya bohong soal umur biar dapet diskon.
- Belum pernah saya pakai kaos kaki beda sebelah karena gak sengaja.
- Belum pernah saya jalan nabrak pintu kaca.
- Belum pernah saya perutnya bunyi keroncongan di ruangan yang sunyi senyap.
- Belum pernah saya pakai kartu perpustakaan pas mau bayar sesuatu.
- Belum pernah saya tersesat di kota sendiri.
Level 2: Zona Berisiko
Sekarang kita masuk ke area yang lebih menantang. Pertanyaan-pertanyaan ini paling cocok untuk teman-teman yang sudah sering menghabiskan waktu bersama. Kita akan fokus pada kesalahan dalam berkencan dan “kejahatan” kecil yang menunjukkan karakter asli kamu.
Kejadian Amsyong Saat Kencan dan Asmara
- Belum pernah saya nge-ghosting orang setelah beberapa kali kencan.
- Belum pernah saya stalking media sosial gebetan sebelum ketemuan.
- Belum pernah saya naksir saudara teman sendiri.
- Belum pernah saya pergi kencan cuma demi makan gratis.
- Belum pernah saya bohong soal tinggi badan di aplikasi kencan.
- Belum pernah saya ketahuan main HP pas lagi kencan.
- Belum pernah saya kirim “chat nekat” terus langsung matiin HP karena takut.
- Belum pernah saya latihan pidato mutusin pacar di depan cermin.
- Belum pernah saya balikan sama mantan yang dulu saya bilang gak akan pernah diajak ngomong lagi.
- Belum pernah saya di-PHP-in atau ditinggal pas lagi janjian di restoran.
- Belum pernah saya pakai gombalan receh di dunia nyata.
- Belum pernah saya mimpi buruk soal mantan.
- Belum pernah saya lupa nama orang yang lagi kencan sama saya saat itu juga.
- Belum pernah saya tebar pesona sama orang lain cuma buat dapet diskon.
- Belum pernah saya gak sengaja manggil pacar pakai nama mantan.
- Belum pernah saya bertahan di suatu hubungan cuma karena ngerasa bosan.
- Belum pernah saya diem-diem ngecek HP pasangan.
- Belum pernah saya ketahuan bohong sama pacar.
- Belum pernah saya kencan sama dua orang di waktu yang bersamaan.
- Belum pernah saya pura-pura sibuk buat menghindari kencan kedua.
Pilihan yang Meragukan dan Berisiko Tinggi
- Belum pernah saya bohong di CV atau resume.
- Belum pernah saya nyuri jatah makan siang rekan kerja di kulkas kantor.
- Belum pernah saya pura-pura sakit buat nonton konser atau acara seru.
- Belum pernah saya nyontek pas ujian di sekolah atau kampus.
- Belum pernah saya dipanggil ke ruang kepala sekolah.
- Belum pernah saya malsuin tanda tangan orang tua di surat sekolah.
- Belum pernah saya dipecat dari pekerjaan.
- Belum pernah saya nyari lowongan kerja baru pas lagi duduk di meja kantor sekarang.
- Belum pernah saya sengaja gak angkat telepon dari bos pas akhir pekan.
- Bel_um pernah saya nangis di toilet umum atau toilet kantor.
- Belum pernah saya pakai ID palsu buat masuk ke suatu tempat.
- Belum pernah saya nyolong plang jalan atau marka jalan.
- Belum pernah saya diusir dari toko atau restoran.
- Belum pernah saya pakai sikat gigi orang lain pas lagi darurat.
- Belum pernah saya potong rambut sendiri terus langsung nyesel.
- Belum pernah saya bikin tato yang sekarang pengen saya hapus.
- Belum pernah saya baru sadar gak bawa uang setelah selesai makan.
- Belum pernah saya bohong sama polisi.
- Belum pernah saya ketahuan ngomongin orang di belakang.
- Belum pernah saya “minjem” barang tapi gak pernah saya balikin.
Level 3: Pertanyaan Liar Tengah Malam
Filternya sudah resmi dilepas. Pertanyaan-pertanyaan ini dikhususkan untuk pesta larut malam di mana semua orang sudah merasa nyaman untuk berbagi cerita paling provokatif dan kacau mereka.
Cerita Pesta Malam yang Liar
- Belum pernah saya diusir dari bar atau kelab malam.
- Belum pernah saya pakai nama palsu di bar buat menghindari seseorang.
- Belum pernah saya bangun di kota yang berbeda setelah malam yang panjang.
- Belum pernah saya datang ke pernikahan orang gak dikenal atau pesta pribadi tanpa diundang.
- Belum pernah saya harus lari dari kejaran polisi.
- Belum pernah saya patah tulang pas lagi sok jago atau pas lagi mabuk.
- Belum pernah saya kehilangan HP dan dompet di malam yang sama.
- Belum pernah saya ngelakuin body shot dari tubuh orang yang gak dikenal sama sekali.
- Belum pernah saya dilarang masuk ke suatu tempat seumur hidup.
- Belum pernah saya mulai yel-yel atau teriakan bareng di tempat umum yang ramai.
- Belum pernah saya ketiduran di bilik toilet pas lagi pesta.
- Belum pernah saya gak sengaja masuk ke kamar hotel yang salah.
- Belum pernah saya black out dan harus diceritain apa yang saya lakuin semalam.
- Belum pernah saya berakhir di atas panggung pas lagi konser atau di kelab.
- Belum pernah saya ketinggalan pesawat gara-gara mabuk semalam (hangover).
- Belum pernah saya nyoba bayar tagihan pakai kartu perpustakaan pas lagi teler.
- Belum pernah saya menang kompetisi minum dengan taruhan tinggi.
- Belum pernah saya ngerusak kamar hotel.
- Belum pernah saya pesta seharian penuh tanpa tidur sama sekali.
- Belum pernah saya ciuman sama lebih dari satu orang dalam satu malam.
Pengakuan Tanpa Filter
- Belum pernah saya berenang telanjang di kolam renang umum atau pantai.
- Belum pernah saya pulang bareng orang yang baru aja saya kenal satu jam.
- Belum pernah saya kirim foto syur ke orang yang salah.
- Belum pernah saya ketahuan “lagi main” sama orang tua atau teman sekamar.
- Belum pernah saya join mile-high club (berhubungan di pesawat).
- Belum pernah saya main role-play di ranjang.
- Belum pernah saya bohong soal jumlah mantan partner pas ditanya.
- Belum pernah saya tebar pesona sama bos biar karier lancar.
- Bel_um pernah saya ngelakuin cinta satu malam (one-night stand).
- Belum pernah saya main aplikasi kencan pas lagi punya pacar.
- Belum pernah saya ciuman sama orang asing gara-gara ditantang (dare).
- Belum pernah saya ciuman di dalam bioskop.
- Belum pernah saya pura-pura tertarik sama orang cuma demi dapet minuman gratis.
- Belum pernah saya tidur bareng teman mantan.
- Belum pernah saya kirim chat “udah tidur?” lewat dari jam 2 pagi.
- Belum pernah saya punya hubungan “friends with benefits”.
- Belum pernah saya ngerasa tertarik sama orang tua teman sendiri.
- Belum pernah saya bohong soal status hubungan biar dapet kencan.
- Belum pernah saya diem-diem naksir seseorang yang ada di ruangan ini.
- Belum pernah saya nyesel tidur bareng seseorang tepat setelah kejadiannya selesai.
5 Variasi Biar Game Tetap Seru
Kalau aturan standar mulai kerasa ngebosenin, coba variasi ini biar suasananya makin pecah:
- Roda Takdir: Pakai aplikasi spinner acak buat nentuin siapa yang harus jawab pertanyaan selanjutnya sendirian.
- Babak Cepat: Kamu cuma punya waktu 3 detik buat jawab. Kalau ragu, kamu harus dapet hukuman dua kali lipat.
- Voting Anonim: Tulis pertanyaan di kertas dan masukin ke dalam topi. Ini memungkinkan pertanyaan yang jauh lebih “hot” karena gak ada yang tahu siapa yang nulis.
- Bukti atau Truth: Kalau kamu ngakuin sesuatu, grup bisa minta “bukti” (kayak foto atau chat). Kalau gak bisa kasih bukti, kamu harus dapet hukuman ekstra.
- Serangan Terarah: Satu pemain duduk di “kursi panas” selama lima menit. Semua orang bisa nanya dia pertanyaan “Pernah gak ya” yang emang didesain buat bikin dia skakmat.
“Pernah Gak Ya” itu bukan soal siapa yang menang, tapi soal cerita-cerita seru yang muncul setelah pengakuan itu. Jangan cuma nurunin jari—ceritain ke grup kenapa kamu bisa berakhir di mobil polisi atau kenapa kamu masih punya tato jelek itu. Di situlah keseruan yang sebenarnya dimulai.
Siap main beneran?
Bawa vibe ini ke pesta berikutnya. Download aplikasinya dan mulai keseruannya!
Download Sekarang